News Mode Mart Hadir, UMKM Makmur

Mode Mart Hadir, UMKM Makmur

sisiusaha, 21/01/21

Kehadiran Mode Mart sebagai market place, setelah “merapat” ke Shoppe dan Tokopedia, setidaknya, memberikan ruang lebih besar kepada para produsen termasuk para pelaku  UMKM untuk meraup keuntungan langsung. Apakah anda produsen makanan? Mode Mart menyediakan tempat bagi para produsen makanan tradisional,  makanan ringan (snack), frozen food, mie dan pasta, dll.

Tidak hanya itu, produsen bumbu dan bahan masakan,  produsen susu dan telor, juga mendapat tempat untuk meraih keuntungan di Mode Mart. “Kami memposisikan diri sebagai supermarket online,” ungkap Steven Souw,  Manajer Mode Mart dan Hello Bisnis, yang beralamat di Jl. Astana Anyar No.340, Bandung. Apa yang membuat Mode Mart  berbeda dari market place yang lain? “Kami membeli putus dari produsen.

Kalo produknya layak dan bisa diterima konsumen sudah pasti kami beli putus. Jika tidak ya kami stop atau dialihkan ke system konsinyasi,” lanjut Steven. Mode Mart  tidak saja melayani penjualan retail atau eceran,tapi juga grosir atau partai besar.  “Jika ada permintaan dari luar negeri, kami juga siap melakukan ekspor. Pihak produsen tidak perlu repot-repot untuk itu, semua kami kelola, produsen tinggal tau beres cukup menyediakan produk yang akan diekspor,”  Steven menambahkan.

Mode Mart dan Hello Bisnis yang baru diluncurkan tahun 2020 merupakan bagian dari kelompok usaha  PT. Wynettes Walden Internasional (WWI). WWI  adalah  perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang ekspor import. WWI melayani para pemilik brand-brand internasional yang tertarik untuk mengekspor berbagai produk kecantikan, personal care dan brand fashion ke wilayah Asia, khususnya Indonesia. WWI  juga membantu ( sebagai pendamping)  perusahaan berskala kecil (UMKM) Indonesia untuk mengekspor produknya ke seluruh dunia.

Sampai saat ini,  jejak kaki WWI  sudah ada di 10 negara di dunia WWI  adalah solusi.  Mulai dari  menangani  impor, mempromosikan secara offline dan  online, sampai pada tahap pengiriman kepada konsumen. Baik atas kemampuan sendiri maupun dengan  dukungan sejumlah mitra  perusahaan. Semua itu sebagai upaya meningkatkan bisnis dan perluasan pangsa global. Seperti diakui pihak manajemen, WWI sudah memperluas jaringannya di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Membuka ratusan saluran-saluran bisnis baik offline maupun online di beberapa kota besar di Indonesia. “Kami memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk bertumbuh di ruang digital,” demikian penegasan pihak manajemen WWI. Selain di Bandung, WWI juga memiliki perwakilan di  Techpolitan, The Breeze BSD City, Jl. Grand Boulevard, Jakarta;  dan  di  Jl. Pulau Flores No 2, Samarinda. Di Singapura  One Raffles Place, 048616 serta  di Malaysia  Jalan Subang 9 Lot 886, Taman Perindustrian Subang. (RED/Husni Agus)

Rekomendasi

Baca Juga

https://sisiusaha.com/news 2021-01-29T02:52:12+00:00 0.80