News Reformasi Hijau Salebak

Reformasi Hijau Salebak

sisiusaha (08/03)

Reformasi hijau adalah sebuah gerakan pemberdayaan Pola Tanam Organik (PTO) yang dipelopori oleh salebak dalam memberikan solusi bagi petani dari rasa ketidakadilan, perekonomian dan kesejahteraan, lingkungan hidup, food security (ketahanan pangan) hingga food safety (keamanan dan kesehatan pangan).

Gerakan reformasi hijau ini dilandasi rasa keprihatinan salebak melihat ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan zat kimia pembasmi hama yang menyebabkan semakin tingginya biaya produksi yang harus dipenuhi petani. Penggunaan zat kimia yang berlebihan juga berdampak negatif bagi lingkungan hidup, menjadi penyebab utama terjadinya peningkatan kerusakan dan kesehatan lahan pertanian.

Selain itu, menurut M. Abduh Baraba, CEO SALEBAK, gerakan ini ingin memberikan kontribusi bagi food security (ketahanan pangan), yang berdasarkan data dari FAO (Food and Agriculture Organization) salah satu organisasi yang berada di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berkewenangan mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan pangan di dunia dan hasil-hasil pertanian, menunjukkan bahwa 69% tanah pertanian di Indonesia dikategorikan rusak parah (tandus) lantaran penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia sintetis secara berlebihan.

Dengan kondisi seperti itu diramalkan food security (ketahanan pangan) hingga tahun 2050 akan sangat rentan terhadap perubahan iklim. Proyeksi penduduk Bumi terbaru menunjukkan bahwa jumlah manusia yang akan mendiami Bumi pada tahun 2050 akan mencapai 10 miliar, sedangkan lahan pertanian semakin menyusut. Tidak hanya menyusut namun dari lahan yang tersisa bagi pertanian juga mengalami kerusakan parah. Pada saat itu terjadi kesenjangan yang sangat curam antara permintaan dengan suplai komoditas pangan. Manusia saling merebutkan pangan, antar negara akan berusaha saling menguasai pangan, karena pangan menjadi kebutuhan dasar yang sangat bernilai, lanjut Abduh.

Antisipasi sudah mulai dirumuskan oleh para ahli, namun banyak kalangan pengambil keputusan masih meremehkan proyeksi situasi ini. Tak ada cara lain kecuali mulai memperbaiki lahan, menciptakan kesadaran bagi semua kalangan akan bahaya dimasa mendatang dengan memaksimalkan lahan organik serta penerapan konversi lahan dengan Pola Tanam Organik (PTO).

Salebak berupaya menjalankan gerakan Reformasi Hijau melalui sebuah sistem One Stop Organic, yaitu dimana semua kebutuhan dalam proses Pola Tanam Organik dilakukan secara mandiri oleh petani atau kelompok tani binaan. Dalam sistem one stop organic ini petani diajarkan untuk mempersiapkan benih sendiri, membuat pupuk organik dan pestisida nabati secara menyeluruh. Pola ini akan berdampak bagi perekonomian dan kesejahteraan petani, karena akan menekan biaya produksi, petani tidak lagi harus membeli pupuk dan sekaligus meningkatkan kesehatan serta produktifitas lahan pertanian.

Hal ini akan sangat berkontribusi dalam meminimalisir terjadinya kerusakan lahan pertanian, mempertahankan kesehatan lahan adalah sebuah antisipasi nyata untuk memenuhi kebutuhan pangan dimasa kini maupun masa yang akan datang. Efek lainnya dari Reformasi Hijau, menjadikan masyarakat mudah dan murah mendapatkan komoditas pangan organik yang cenderung jauh lebih sehat.

Salebak sangat sadar, gerakan Reformasi Hijau ini pasti akan mendapat perlawanan dari industri pupuk kimia, pebisnis skala menengah dan besar di sektor pertanian sampai dengan oknum nakal pengambil kebijakan di pemerintahan yang merasa terganggu pendapatannya. Sementara bagi kelompok petani binaan sendiri telah merasakan manfaat dan keuntungan secara langsung dan riil.

Untuk itu salebak mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama menyadari pentingnya kesehatan lingkungan hidup & pertanian yang berkelanjutan melalui gerakan Reformasi Hijau ini, agar generasi dan keturunan kita dimasa mendatang mampu mendapatkan hak atas hidup yang sehat, layak dan lebih baik, tutup Abduh. (RED)

 

Artikel Terkait:
One Stop Organic Salebak, Wujudkan Kemandirian Petani
Rekomendasi

Baca Juga