News Pertina Kota Tasikmalaya Inginkan Tinju Masuk Ekstrakulikuler Sekolah  

Pertina Kota Tasikmalaya Inginkan Tinju Masuk Ekstrakulikuler Sekolah  

Sisiusaha (29/3)

Ketua Pelatih Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Tasikmalaya, Momo Said Vidal, menginginkan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengakomodir kebutuhan sektor olahraga, khususnya tinju.

Salah satunya, Momo mengharapkan olahraga tinju masuk kedalam sistem pendidikan di Kota Tasikmalaya melalui kegiatan ekstrakulikuler. Dengan demikian, tinju juga tidak kalah dengan ekstrakulikuler lainnya seperti silat, karate, atau taekwondo.

“Hal ini dibutuhkan karena pembinaan atlet tinju dimulai sejak umur 12 tahun. Jadi, supaya kita bisa bersaing dengan daerah lain dalam olahraga tinju, kita harus serius memulai pembinaan yang  baik,” jelas Momo. Saat ini, menurut Momo, ekstrakulikuler tinju hanya tersedia di Universitas Siliwangi, SMA 6 Indihiang, dan SMA 5 Tasikmalaya.

Momo melanjutkan, setelah ada program pembinaan dari instansi pendidikan, baru Pertina bisa membuat tim, untuk kemudian membuat pola latihan, merumuskan pola makan, dan menjaga pola tidur para atlet. “Kalau itu sudah berjalan, sebaiknya kita membuat turnamen se-Jawa Barat dan diadakan di Tasikmalaya,” ujar Momo.

Sementara itu, atlet tinju perempuan Tasikmalaya yang pernah Juara 2 PORDA tingkat Jawa Barat, Irka Sri Handayani, tak hanya menginginkan itu. Ia juga berharap atlet tinju dapat diberikan gedung sendiri untuk berlatih, karena saat ini atlet Pertina selalu berpindah tempat. “Kadang kita latihan di tempat yang tidak ada atapnya, jadi kalau hujan kan licin dan kita harus berhenti latihan,” ucap Irka.

Irka, yang masih menjalankan pendidikan kelas tiga SMA di SMA 4 Tasikmalaya, menjelaskan, belum banyak kawan-kawan di sekolahnya yang tertarik dengan tinju. Ia memprediksi, karena mungkin memang tinju belum jadi olahraga populer dan kurang diperhatikan Pemerintah serta masyarakat.

Selain itu, seorang atlet tinju perempuan asal Tasikmalaya lainnya, Ica Yusnita, juga sering menyinggung masalah sarana dan prasarana. Perempuan yang pernah menjadi Juara 3 PORDA tingkat Jawa Barat itu menjelaskan, justru ketika sekolah dulu, banyak teman-temannya yang ingin ikut tinju. “Tapi setelah mencoba satu kali, mereka semua menyerah karena kelelahan dan tidak sanggup menjalani program latihan yang sediakan,” tutur Ica.

Artinya, tinju cenderung potensial untuk menjadi olahraga populer yang bisa membanggakan Tasikmalaya, asal diperhatikan lebih oleh pemangku jabatan di Kota Tasikmalaya. Yang paling sering anggota Pertina singgung adalah masalah sarana latihan, gedung kantor Pertina, dan kepastian masa depan para atlet. (WeBe)

 

Berita Terkait: 

Anne Yuniarti Siap Perjuangkan Kebutuhan Atlet Tinju di Kota Tasikmalaya

Rekomendasi

Baca Juga