News Nara Masista Rakhmatia, Diplomat Cantik RI Ini 'Tantang' 6 Pemimpin Dunia

Nara Masista Rakhmatia, Diplomat Cantik RI Ini 'Tantang' 6 Pemimpin Dunia

sisiusaha (29/9)

creative people.. Nara Masista Rakhmatia (34), diplomat muda RI yang cantik dengan pandangan matanya tajam, tegas namun tenang dalam berbicara menjadi sorotan dunia. Di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-71, Nara 'menantang' enam pemimpin negara kawasan Pasifik yang mengecam Indonesia soal Papua.

Nara juga dengan tegas meminta kepada kelompok negara-negara kecil itu untuk tidak menggunakan Sidang Umum PBB untuk melanggar kedaulatan negara lain. Keenam negara tersebut adalah Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga.

"Mereka telah melanggar Piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain sebagai pengalihan isu politik dari negara mereka," ujarnya, seperti dalam tayangan Youtube, Kamis, 29 September 2016.

Kisah Nara bermula saat negara-negara di Kepulauan Pasifik mengkritik catatan HAM Indonesia di Papua dan Papua Barat. Perwakilan negara Kepulauan Pasifik menggunakan kesempatan berpidato di Majelis PBB untuk mendesak dilakukannya penentuan nasib sendiri di wilayah tersebut.

Delegasi dari enam negara kecil tersebut serempak menyatakan keprihatinan atas provinsi, yang terletak di bagian barat Pulau Papua Nugini dan merupakan rumah bagi sebagian besar populasi warga Melanesia.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasye Sogavare mengatakan, dugaan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi Papua Barat terkait dengan dorongan untuk memerdekakan diri. "Kekerasan HAM di Papua Barat dan upaya untuk menentukan diri sendiri di Papua Barat adalah dua sisi dari koin," katanya.

Komentar ini mendapatkan respons yang kuat dari delegasi Indonesia, yang mengatakan kritik itu bermotif politik dan dirancang untuk mengalihkan perhatian dari masalah di negara mereka sendiri.

"Ketika seseorang mengarahkan jari telunjuknya ke yang lain, maka jari jempolnya secara otomatis menunjuk ke dirinya sendiri," kata Sekretaris Kedua Bidang Ekonomi, Misi Tetap Indonesia untuk PBB ini mengakhiri pernyataannya. (RED)

Rekomendasi

Baca Juga