Opini Ini Sosok Habib Rizieq, Man Of The Year 2016

Ini Sosok Habib Rizieq, Man Of The Year 2016

sisiusaha (23/11)

creative people.. Siapa yang tak kenal Habib Rizieq? Muhammad Rizieq Shihab lahir di Jakarta, 24 Agustus 1965, merupakan tokoh sekaligus ketua umum Front Pembela Islam (FPI). Habib Rizieq terlahir dari pasangan orang tua ayah Habib Husein bin Muhammad Shihab dan ibunya Syarifah Sidah Alatas.

Ayahnya meninggal semenjak ia masih berumur 11 bulan, dan semenjak itulah Habib Muhammad Rizieq Shihab tidak dididik di pesantren. Namun sejak berusia empat tahun, ia sudah rajin mengaji di masjid-masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Habib Muhammad Rizieq Shihab dan satu anaknya yang lain.

Setelah lulus SD, Habib Muhammad Rizieq Shihab masuk ke SMP Pejompongan, Jakarta Pusat. Karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan agak jauh, Ia pun kemudian dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya, SMP Kristen Bethel Petamburan. Lulus SMA, Habib Rizieq meneruskan studinya di King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Habib Muhammad Rizieq Shihab pernah kuliah untuk mengambil S2 di Malaysia, tetapi hanya setahun.

Habib Muhammad Rizieq Shihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dari organisasi tersebut yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi "penertiban" (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada masa Ramadan.

FPI mulai dikenal sejak terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Bentrokan bernuansa suku, agama, ras, antargolongan ini mengakibatkan beberapa rumah warga dan rumah ibadah terbakar serta menewaskan sejumlah orang. Pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Muhammad Rizieq Shihab divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan atau AKKBB pada peristiwa Insiden Monas 1 Juni.

Belakangan nama Habib Rizieq semakin dikenal luas tidak hanya di Indonesia malainkan sudah mendunia, sejak adanya aksi bela Islam 411 dan 212, dimana Habib Rizieq sebagai tokok utama yang mampu mengkoordinir umat Islam Indonesia melakukan aksi damai bela fatwa MUI atas penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Aksi yang dihadiri oleh jutaan Umat Islam berjalan dengan super damai dan tanpa meninggalkan keruasakan lingkungan, sampah, bahkan tanpa ada rumput rusak dan satu ranting pohonpun yang patah.

Pada tanggal Selasa, 20 Desember 2016, bertempat di restauran Al_jazeera, Jakarta, dua organisasi masyarakat Muslim Tionghoa Indonesia (MusTi) dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTAK) menobatkan pentolan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, sebagai Tokoh Indonesia 2016 (Man Of The Year 2016). Hal ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah Rizieq selama 2016.

Penyerahan penghargaan Man Of The Year 2016 ini rencananya akan dilangsungkan pada 28 Desember mendatang di Pondok Pesantren milik Rizieq di Bogor. Dalam konferensi pers ini, hadir pula musikus Ahmad Dhani, pengacara Farhat Abbas, dan Ketua KomTAK Lieus Sungkharisma.

Menurut M Abduh Baraba, CEO sisiusaha network, penobatan Habib Rizieq sebagai Man Of The Year 2016 sudah tepat. Hal ini dikarenakan sepanjang tahun 2016, baru ini ada sosok yang memiliki kharisma, wibawa, berani, tegas dan konsisten dalam memperjuangkan umat Islam di Indonesia, mampu memotivasi dan menggerakkan masa Umat Islam berjumlah jutaan dengan tertib, damai serta berbudaya Islami dalam aksi 212. Memang jarang terdengar diberitakan oleh media mainstream tentang sosok dan kiprah positif Habib Rizieq ini, kecuali hal-hal negatif yang timbul akibat gesekan aksi anggota FPI dilapangan ketika menjaga agama dan hak-hak umat Islam di Indonesia.

Habib Rizieq walaupun terkesan tegas dan keras, namun memiliki kelembutan hati, khususnya ketika berhubungan dengan kaum yang lemah, yang tertindas atau warga yang tergusur. Kegiatan sosial organisasi FPI yang dipimpinnya selalu terdepan dan cepat saat memberikan bantuan pada kejadian bencana alam dan kegiatan sosial lainnya. Melalui cabang organisasi FPI yang tersebar di seluruh Indonesia, dakwah dan aksi sosial FPI selalu tampil tanpa butuh pemberitaan media. Bisa dikatakan niat mulia ini murni dan tulus tanpa berharap pencitraan.

Selain itu, Habib Rizieq yang kerap menyuarakan cinta Indonesia dan Aksi Bela Islam yang ia pimpin bukan bentuk anti-Cina dan antiagama lain, namun apa yang dilakukan Habib Rizieq murni bentuk perjuangan untuk membela agamanya. Tidak hanya cukup membela agama Islam, tapi juga membela Indonesia, tanah airnya dari rongrongan para penguasa dan pengusaha busuk, korup yang ingin menindas dan menguasai kekayaan Indonesia secara rakus dan kejam. (MAB/RED)

Sumber data: Wikipedia

 

Baca Juga:

Jakarta Spring, Gerakan Kesadaran Rakyat

Kapitalisme No, Syariah Yes Tapi Hanya Setengah Hati

Koperasi Syariah 212, Jangan Sebatas Simbol

Rekomendasi

Baca Juga

google-site-verification: googlecb7b5664b31d1a94.html