News Misteri Pembunuhan Misionaris oleh Suku dari Pre-Neolitik

Misteri Pembunuhan Misionaris oleh Suku dari Pre-Neolitik

Sisiusaha (26/11)

Minggu lalu, dunia internasional digemparkan dengan meninggalnya seorang misionaris asal Amerika Serikat bernama John Allen Chau (26) di Kepulauan Andaman dan Nicobar, tepatnya di Pulau Sentinel Utara. Daerah ini memang dikenal sebelumnya sebagai tempat komunitas yang bertahan sejak zaman pra-neolitik, tanpa adanya kontak ke dunia luar.

Pulau ini masih masuk ke dalam ranah administratif Pemerintahan India dengan luas yang tak lebih besar dari Kota Cimahi di Jawa Barat. Terletak di Teluk Bengal antara India dan Myanmar serta berada di barat laut Kota Banda Aceh. Pulau ini dihuni oleh dua suku yakni Jarawa dan Onge.

Direktur Jenderal Penegakkan Hukum Kepulauan Andaman dan Nicobar Dependra Pathak, berdasarkan laporan The Guardian menyatakan, Chau dibunuh pada 16 November lalu karena menyusup ke teritori milik penghuni pulau tanpa adanya pendekatan yang tepat. Dependra melanjutkan, setelah kejadian, ia mengirim satu helikopter untuk melihat situasi di sana, tetapi malah dihujani serangan panah dan tombak, sehingga harus cepat pergi.

Selain itu, Dependra juga mengirim dua kapal untuk mendekat sampai dengan 300 meter ke bibir pantai Pulau Sentinel Utara. Tim ini berangkat dengan membawa nelayan yang membantu Chau untuk mendekat ke sana, dan dipandu oleh seorang saksi yang mengaku melihat Chau dikubur oleh penghuni pulau tersebut.

Pemantauan itu berlangsung selama tiga jam dan disaksikan oleh sekitar enam penghuni Pulau Sentinel Utara. “Mereka membawa busur dan panah serta memandang ke lautan. Tampaknya mereka sangat waspada dengan keberadaan tim kami,” ujar Dependra. Tak ada cara lain untuk bisa menembus suku tersebut tanpa bantuan antrolog menurutnya.            

Setelah mendapat informasi dari antropolog, Dependra mengambil kesimpulan, mereka (penghuni Pulau Sentinel Utara) mengalami gangguan psikis setelah membunuh orang asing. Dependra juga diberikan informasi tentang dua orang nelayan yang dibunuh pada tahun 2006 setelah dianggap menyusup ke pulau itu. Setelah dibunuh, mereka digantung pada tiang bambu di bibir pantai dan menghadap ke laut.

Indian Express melaporkan, sejak dahulu kala banyak misionaris yang coba datang dan membuka dialog dengan penghuni di sana, namun selalu gagal. Bukti-bukti menunjukkan, penghuni pulau itu berasal dari Afrika Timur pada masa pra-neolitikum dan terisolasi di Pulau Sentinel Utara selama 55.000 tahun.

Sementara itu, NDTV mengabarkan, apa yang dilakukan Chau adalah illegal, karena dilarang mendekati Pulau Sentinel Utara dalam radius 5 kilometer. Sehingga kemungkinan besar, jasadnya tidak akan ditemukan. 

Meski demikian, Anup Kapoor, Antropolog di Universitas Delhi menyarankan, siapapun yang mau membuka dialog, harus bisa memastikan dirinya berada di “level” yang sama dengan penghuni Pulau Sentinel Utara. Bahkan, berdasarkan pengalaman pribadinya, Kapoor bilang, mereka yang ingin membuka dialog harus telanjang. Kapoor sendiri mengaku pernah berinteraksi dengan Suku Onge. Ia baru diterima setelah melepas semua pakaiannya dan hanya menggunakan celana dalam.

“Belum ada fakta-fakta terkait sistem komunikasi dan budaya mereka. Oleh karena itu, para ahli kesulitan untuk bisa mendekat baik-baik ke sana,” papar Kapoor.

Satu hal yang pasti, menurut Kapoor, mereka dulu pernah dipersekusi dan dibunuh oleh pasukan Inggris dan Jepang. Sehingga, ahli mengambil kesimpulan, mereka benci melihat orang berseragam dan langsung membunuhnya di tempat.

Kapoor menuturkan, langkah yang paling bijak adalah membiarkan mereka sebagaimana adanya dalam damai dan sesuai ekosistem yang terbentuk di sana. Semakin mereka diganggu, maka akan semakin agresif mereka dengan pendatang dari luar pulau.

Pada dasarnya, ahli dan penegak hukum tidak menyarankan apa yang dilakukan Chau. Kepolisian Andaman dan Nicobar juga disarankan untuk memasang perimeter agar tidak ada lagi orang yang menyusup ke pulau itu dan meregang nyawa seperti Chau. (WeBe)  

 

Foto: The Guardian – AFP/Getty Images                

Rekomendasi

Baca Juga