News Produk Kerajinan Tasikmalaya Hampir Masuk Pasar Inggris

Produk Kerajinan Tasikmalaya Hampir Masuk Pasar Inggris

sisiusaha (1/11)

Produk asli Tasikmalaya yakni payung bordir dan kipas bordir hampir saja masuk pasar Inggris. Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Tasikmalaya Anne Yuniarti.

Anne menuturkan, kesempatan tersebut didapat saat pameran Rapat Kerja Nasional IPEMI di Jakarta tahun lalu. “Jadi, seluruh booth yang ada dari Sabang sampai Merauke, booth Tasikmalaya ditawarkan untuk berpartisipasi dalam acara Indonesia Weekend di London, Inggris." ucap Anne. Acara tersebut memang dikhususkan untuk memamerkan serta memasarkan produk-produk asli Indonesia.  

Didorong oleh semangat memajukan Tasikmalaya, lantas Anne mengajukan pendanaan lewat Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Kemenkopumkm hanya mampu memberikan pendanaan sebesar 50 persen dari total biaya, selebihnya kami harus cari sendiri.” Tambah Anne.

Berhubung produk payung bordir dan kipas bordir produksi asli Tasikmalaya, Anne dan timnya mengajukan proposal pendanaan ke Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menutupi kekurangan anggarannya. Namun, Menurut Anne, tidak ada respon positif dari berbagai instansi dari mulai kedinasan hingga Walikota.

Hal tersebut sangat ia sesalkan, pasalnya kesempatan ini adalah pintu membuka Tasikmalaya untuk lebih dikenal, bukan hanya di pasar domestik, namun juga internasional. Anne merasa, Pemerintah Kota Tasikmalaya kurang serius dalam mempromosikan kebudayaan, adat, dan produk kerajinan Tasikmalaya. Padahal, produk payung bordir dan kipas bordir ini sudah diakui oleh panitia Indonesia Weekend layak untuk dipamerkan dan dipasarkan secara global.

Meski demikian, dirinya tetap yakin bahwa suatu saat nanti akan ada kesempatan lain untuk memajukan produk asli Tasikmalaya. “Pemerintah sendiri sebenarnya ada usaha untuk mempromosikan produk payung bordir dan kipas bordir, namun cukup di skala pameran-pameran lokal. Harusnya bisa lebih maksimal.” Pungkas Anne. (WeBe)

Rekomendasi

Baca Juga